“Aku Khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas KEIMANAN , keyakinan hanya Tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan, banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang yang berakal tapi tak Beriman. Ada lidah Fasih tapi berhati lalai, ada yang khusuk tetapi sibuk dalam kesendirian, ada ahli Ibadah tapi mewarisi kesombongan Iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi , ada yang banyak tertawa tapi hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat , ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut, ada yang berlisan bijak tapi tak memberikan teladan , ada Pezina yang tampil jadi figur, ada orang yang punya Ilmu tapi tak faham , ada yang Faham tapi tak menjalankan , ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tapi tak tahu diri , ada yang beragama tapi tak berakhlaq , ada yang berakhlaq mulia tapi tak BerTuhan ”
(Ali Bin Abi Thalib RA)
Mahatma Gandhi
Kisah Mahatma Gandhi Meminta Seorang Ibu Membawa Putranya Yang Dilarang Makan Garam
Sebuah cerita tentang Mahatma Gandhi.
Ia mengerti tahu apa yang harus disepakati, meskipun ada perbedaan.
Bahkan ketika ia tidak setuju, ia menghormati orang lain.
Ia tidak pernah menikmati dengan menggigit punggung.
Ia tidak membandingkan dirinya atau rekannya dengan orang lain.
Ia melupakan egonya. Dia mempraktikkan apa yang ia kotbahkan.
Ada insiden yang menyentuh dalam kehidupan Mahatma Gandhi.
Suatu hari, seorang ibu datang kepadanya dan berkata, “Anak saya menderita penyakit ginjal.Para dokter telah memintanya untuk tidak makan garam, tetapi dia tidak mendengarkan.Dia minta khusus untuk menemui Anda dan dengan senang hati akan melakukan apapun yang Anda katakan.”
Mahatma Gandhi berkata padanya, “Bawa putramu kepadaku setelah seminggu!”
Setelah tujuh hari, ibu dan putranya bertemu dengan Mahatma Gandhi, yang lalu meminta bocah lelaki itu untuk tidak mengonsumsi garam.
Bocah itu langsung setuju.
Sang ibu bingung dengan kejadian itu.
Ia bertanya kepada Mahatma, “Mengapa Anda tidak memberikan saran itu seminggu sebelumnya?”
Mahatma berkata kepada sang ibu, “Ketika Anda datang kepada saya minggu lalu, saya biasa mengasup garam dalam makanan saya.
Saya berkata pada diri sendiri bahwa sebelum saya dapat menyarankan yang lain untuk tidak makan garam, maka saya harus melakukannya sendiri.
Sepanjang minggu ini saya telah menahan diri untuk tidak makan garam dan merasa pantas untuk memberikan saran itu.”
2 Komentar untuk "Angakatan I"
Mantap
Masih mau ditambah Dokumentasi pembelajaran angkatan pertama yg dikampus, tp fotox tdk ada sama saya.